Saturday, October 29, 2011

Untukku

Disaat engkau disana
Disaat engkau disana
Kadang langit terasa gelapnya

Kemana langkahku pergi
Slalu ada bayangmu
Ku yakin makna nurani
Kau takkan pernah terganti

Saat lautan kau sebrangi
Janganlah ragu bersauh
Ku percaya hati kecilku
Kau takkan berpaling

Walau keujung dunia, pasti akan kunanti
Meski ke tujuh samudra, pasti ku kan menunggu
Karena ku yakin, kau hanya untukku

Saat lautan kau sebrangi
Janganlah ragu bersauh
Ku yakin makna nurani
Kau takkan pernah terganti

Pandanglah bintang berpijar
Kau tak pernah tersembunyi
Dimana engkau berada
Disana cintaku

Disaat engkau disana
Kadang langit terasa gelapnya
Namun bintang kan tunjukan
Rinduku pada dirinya


Entah mengapa tiba-tiba jatuh cinta dengan lagu ini. Liriknya rada maksa, tapi hhhmmm.... mengena!

Saturday, October 1, 2011

sup buah yang ternoda

setelah sekian lama, kini saya coba kembali ...

"pak wibi, pak wibi haus ngga ? haus aja ya pak ... ya ... ya ... " celoteh bu tuti di salah satu sudut kantor di bilangan kelapa gading.
"emangnya kenapa bu tuti ?"
"ini pak saya kasi sup buah ya pak..." ujar bu tuti sambil menyodorkan semangkuk penuh sup buah yang nampak penuh walau kelihatan ga utuh.
"waduh dalam rangka apa ini ?"
"udah pak ga pa pa diminum ajah, saya udah ga sebegitu pengen"
"ah masa cuma saya minta dua sendok ajah kok malah sekarang saya dikasinya semangkok? saya ganti ajah ya ..." berkata pak wibi sambil memanggil mas OB buat beli sup buah lagi.

dan adegan ini berakhir dengan ludesnya semangkok sup buah ditangan pak wibi.

namun...

apakah motif dibalik penyerahan semangkuk sup buah oleh bu tuti tadi ? mengapa hanya karena sebelumnya pak wibi minta dua sendok sup buah lantas bu tuti enggan menghabiskan sup buah yang telah dipesannya ? apakah pak wibi nampak sebegitu jorok sampe-sampe bu tuti enggan menghabiskan sup buah yang telah terkontaminasi sendok yang dipake pak wibi ?

ternyata eh ternyata, "aku kan ngga mau suamiku kalo makan sama cewek-cewek makanan suamiku dimakan juga sama cewek-cewek itu ... jadi ya ..." -- silakan diimajinasikan --

selamat datang kembali

beberes blog yang udah setahun jamuren

Saturday, October 30, 2010

welcome back ...

begitu banyak hal yang telah terjadi, begitu banyak cerita yang tertoreh ...
akhirnya sebuah dunia baru telah saya masuki, bersiap menata kehidupan yang lebih baik, menyongsong masa depan yang lebih cerah ...

selamat datang kembali ...

Tuesday, July 6, 2010

Akhirnya ku menemukan mu

Setelah tak henti melototin hampir semua produk shampoo dan sabun yang ada di supermarket, akhirnya ketemu juga label halal di produk-produk tersebut. Yang satu shampoo mereknya Natur (yang ini udah terkenal) trus satunya lagi sabun mandu merek Bee & Flower (kalo ndak salah juga dikenal dengan sabun cap tawon)

Harganya relatif mahal, tapi nggak ada yang mahal untuk sebuah kebaikan.

Jakarnaval 2010



Berangkat ke Matraman untuk nonton Radityadika promo MMJ ada hal yang aneh di perempatan kebon sirih yang deket patung tani. Ada bunga yang tumbuh di mobil yang ternyata setelah saya dekati (kopajanya sebenernya yang mendekat) ternyata mobil hias. Mau buka BB cari ada apa sebenernya kok rasanya nggak lucu kalo nanti malah saya dijambret orang. Jadi saya urungkan niat itu.

Akhirnya sampe di Gramedia Matraman TKPnya Radityadika, saya baru nyadar…kayaknya mau ada acara pawai dey, trus saya mulai mikir, 17 Agustus masih lama, yang lagi trend sekarang ini ulang tahun jakarta. Apa mau ada pawai memeriahkan ulang tahun jakarta ya ? Trus balai kota jakarta itu dimana ? Kalo ndak salah di merdeka selatan, jalur kopaja 502 yang nanti mau dipake pulang. Sampai juga saya ke satu kesimpulan, mau ada Jakarnaval dan pasti lewat balai kota dan pasti kopaja nggak ada yang boleh lewat situ soalnya nanti dikira ikutan pawai sebagai mobil antik yang bisa ngrokok dengan asap hitam.

Dan ternyata benar sodara, di pertigaan masjid cut meutia menteng udah macet cet cet … nggak bisa bergerak. Daripada saya kepanasan, dan bego di dalem kopaja, kayaknya nonton pawai seru juga … dan melompatlah saya dari kopaja dan berjalanlah saya. Awalnya ngira gedung yang saya liat itu Hotel Aryaduta, jadi saya dengan pedenya jalan sambil mikir dari patung tani ke merdeka selatan kan nggak jauh, ehh ternyata saya salah gedung sodara … dan saya sukses jalan dari Gedung Joeang 45 sampe Merdeka Selatan.

Sampe di depan tanah Indonesia yang dijajah sama Amerika (Kedubes AS) ada mobil yang penuh bunga warna warni, ternyata ada tulisannya dinas pertamanan, trus ketemu juga mobil pemadam kebakaran, ternyata ada tulisannya dinas pemadam kebakaran. Ada juga badut dufan, dan yang tak pernah absen, tanjidor sama gamelan betawi.

Dan sepertinya orang betawi kurang kreatif, sebab yang saya denger itu lagu betawi yang diputer Cuma kicir-kicir sama jali-jali yang ditelinga saya kedengarannya sama saja atau kalo nggak lagunya ujan gerimis aje :D tapi ndak papa saya suka sama irama gamelan betawi, saya suka sama musik lenong, saya suka sama pantun betawi.

Karena saya mau ke arah Kebon Sirih, sukseslah saya melenggang di jalur pawai tanpa diusir sama petugas satpol PP yang biasa suka ngusir penonton yang berdiri di jalur pawai dan sampai juga saya di dekat panggung VIP dan VVIP tempat Gubenur nonton. Ini yang saya suka, nggak ada pengamanan yang super ketat. Bahkan saya kalau mau bisa berjarak hanya 5 meter dari tempat Bang Fauzi Bowo nonton pawai.

Tiap kali pawai hal yang paling saya suka adalah dalam setiap pawai, yang ditampilkan adalah kebaikan kebaikan. Nggak peduli Cuma topeng atau realita, tapi saya kangen dengan pemberitaan kesuksesan program pemerintah. Saya sudah muak dan bosan dengan pemberitaan masa kini yang jauh dari nilaiberita positif.

Tapi ada yang membuat saya sedih, lihat gambar dibawah :



Kenapa ya ibu-ibu tadi begitu kreatif memungut pot-pot bunga yang dipasang di sekitar panggung pak gubenur atau yang dipasang di mobil hias tadi ?

Kalau ingin membenahi jakarta, mulai lah dari diri sendiri, mulai dari hal terkecil, dan mulai dari saat ini.

-- Selamat Ulang Tahun Jakarta --
-- Engkau tetap mempesonakanku --

Mari Membaca ...

Pas lagi utak atik twitter ketemu sama radityadika si pemakan kakus dan temennya brontosaurus ngesot. Ternyata lagi ada promo buku barunya MMJ (marmut merah jambu) di gramedia matraman.

Awalnya nggak ada niat buat dateng, secara acaranya minggu sore, dan biasanya minggu sore sudah saya alokasikan waktunya buat molor menikmati istirahat siang yang indah dan menyenangkan.

Tapi kok rasanya nggak manfaat banget tidur siang saya, utak atik FB, twitter, detik semuanya dah hampir hapal apa isinya. Akhirnya dengan tekat yang kuat dan membara berangkatlah saya ke TKP.

Sampe di TKP saya kebingungan soalnya pas masuk Gramedia yang kecium bukan bau buku, tapi bau makanan, Waduh, jangan-jangan saya salah masuk toko. Apalagi pertama kali saya liat adalah tulisan Dunkin Donnut. Keluar sebentar, cari nama toko ternyata beneran namanya Gramedia. Akhirnya masuk lurus dan ketemu juga sama buku-buku … Syukurlah …

Muter muter akhirnya ketemu juga TKPnya dan sukseslah saya ketawa ngakak …

Tapi bukan si radityadika yang mau saya ceritakan sekarang (maap yak Oom Dika) tapi saya pengen cerita pas selesai acara ceritanya saya muter-muter di antara rak-rak buku.

Ternyata ada kesenangan tersendiri mengitari rak-rak buku, baca sekilas buku-buku baru … hhhmmmffff… kesenangan yang sudah lama tidak saya rasakan. Tapi nafsu saya belum terpuaskan gara-gara saya menerapkan tips belanja ala QM Financial. "Belanjalah sesuai dengan list barang belanjaan" nah, saya ndak ada rencana beli buku, jadi ya seberapa pengennya ya nggak beli (padahal emang nggak bawa duit plus nggak ketemu ATM, kalo ketemu ATM pasti lain ceritanya)

Semoga Alloh menitipkan rejeki lebih bulan depan dan seterusnya sehingga saya bisa setidaknya menganggarkan untuk beli buku paling tidak satu buku setiap bulan.

Saya ingin mematahkan anggapan saya kalo buku itu penyumbang Global Warming terbesar soalnya boros kertas, jadi sebaiknya beralih ke media digital dan dunia maya. Tapi saya tersadar kalo ndak semua ilmu itu sudah migrasi ke dunia maya. Buku masih menjadi jendela dunia, walaupun internet mulai jadi jendela kecil dunia.

Terbukti tiap buka internet nggak selalu ilmu yang saya cari, misalnya : sudah bener buka wikipedia tapi yang dicari profil Aamir Khan (ini gara-gara abis nonton 3 idiots) trus akhirnya berlanjut ke Kareena Kapoor, Kajol, Shakhruk Khan dan berakhir di Ariel Peterpan dan Luna Maya (Cut Tari nggak sempet ketemu keburu low batt BBnya)

Jadi, buku harus tetap menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan, seperti kita yang nggak pernah bisa lepas dari pakaian (kecuali pas mandi)

Membaca tidak harus berakhir dengan kesenangan dan kegembiraan atau hilangnya kepenatan, tapi membaca menghadiran sesuatu yang baru yang belum pernah kita dapatkan sebelumnya. Dan inilah inti dari membaca.

Mari Membaca ...