Friday, December 8, 2006

luv mom, thanks dad ...

Walaupun aku bukan anak yang begitu berbakti sama bokap nyokap, tapi aku juga bukan anak yang bandel bandel amat. *kalo dibilang sedengan lah ... bandel juga nggak, penurut juga nggak ... tapi masih bisa dikatakan aku masih tergolong seorang anak baik-baik lah ....

Kemarin saat si pemalas dan si gak jelas ini mulai kehilangan kendali ternyata my luv mom memberikan spirit buat hidup dan semangat buat keep faith buat menjalani semua yang telah disiapkan Tuhan buat aku. Intinya ... banyak hal yang membuatku serasa hidup kembali saat itu. *emang sebelumnya mati ? terlalu hiperbola memang .... tapi memang itulah yang terjadi.

Kemarin saat hal itu aku akhirnya gak kuat nahan dan akhirnya kelepasan make telepon kantor buat kepentingan pribadi * ups kelepasan dech ... tapi kalo dipikir2 ini juga unutk kepentingan kantor, kalo aku nggak telepon rumah, aku kan gak bisa kerja dengan baik ... he he kuluapkan semua yang ada di dalam dada ini dan dengan sabar beliau memberikan pencerahan secerah cahaya mentari pagi yang hangat menyinari bumi. Love U Mom ...

Juga tadi pagi saat my sister telepon aku, ibu yang gak biasanya bicara, nanyain keadaanku dan lagi-lagi membuatku ngerasa adem banget ... damai hati ini ... *hiks hiks jadi pingin nangis .... pesennya seeh saat itu :
~ segera kuliah * OK segera daftar dech
~ segera pesen kacamata, biar gak semakin tidak sehat tu mata * OK segera, dan alhasil minggu depan kacamata sudah bisa diambil dan dipakai dan beberapa bualan kedepan harus siap sabar menanti hasil reimbustment dari kantor ... asyik ... pake kacamata gratis ...
~ madunya diminum, kalo habis beli donk *kalo masalah ini memang ampun de ... aku bandel banget, disuruh minum madu sebelum tidur sama pas berangkat kantor, eh malah madu dibiarkan menjadi pajangan di samping kipas angin ... OK mom segera dilaksanakan dech ...
Pokoknya tiap aku denger suara my mom, aku jadi pengen pulang, tapi kata ibu, jangan pulang kalo nanti nyusahin temen yang gantiin shift kamu, katanya seeh bukannya gak seneng kalo aku pulang kampung, tapi jangan sekali-kali membebani orang lain.

Tadi pagi juga my dad juga cerita kalo lagi sakit, gak enak badan sama nggak enak makan katanya. Kata ibu seeh pengen ke jakarta mengunjungi anaknya yang cakep ini ... *perlu diketahui, my dad punya hobby traveling, dulu aku tiap minggu selalu berkelana keliling gunung-gunung yang ada di bondowoso naek motor ... what's amazing adventure ! Tapi moga aja sekarang dah sembuh ... beliau selalu memberikan pengajaran dalam teladan, gak pernah bicara banyak, tapi sekali bicara bisa buat aku inget seumur hidup. Thanks Dad ....

Yang jelas, sekarang aku kangen banget sama mereka ... tunggulah sampai aku bisa pulang dan sabarlah saat anakmu ini bisa memberikan sesuatu yang lebih baik ... Love U All

Wednesday, December 6, 2006

jujur donk ...

Sebuah kenyataan pahit :

Saat akan bertransaksi dengan pedagang buah dengan kualitas sedang, maka si pedagang buah akan menyatakan bahwa buah-buahnya semuanya dalam kualitas yang terjaga alias semuanya manis. Walaupun setelah kita beli rasa manisnya hilang berganti rasa dengan rasa yang lain.

Saat seorang sales marketing menawarkan produknya, maka yang akan ditonjolkan adalah sisi plus dari barang yang dibawanya. Sisi minusnya tidak akan pernah diutarakan. Kalaupun si pembeli cerdas dengan menanyakan sisi minus-nya, maka dengan cerdas si sales akan mengatakan, hal itu tidak terjadi pada produk yang dia bawa sambil merendahkan barang lain yang sejenis.

Saat iklan kontak jodoh, yang disebut hanya sifat-sifat baik saja seperti penyayang, pengertian, perhatian, dll sedangkan sifat buruk yang lain tidak akan pernah diutarakan

Saat gaji terlambat di transfer yang dijadikan alasan adalah masalah administrasi yang tertunda.

Bawahan menyatakan telah bekerja dengan maksimal, walaupun sebenarnya bukan hasil yang memuaskan. Si atasan memanipulasi data dari bawahan untuk di serahkan pada pimpinan. Pimpinan mengelabui bawahan tentang adanya ketidak beresan.

Saat wawancara kerja, pihak HRD selalu menceritakan berbagai keberhasilan perusahaan, berbagai fasilitas yang akan diberikan tanpa menjelaskan mengapa akan mengambil karyawan baru. Untuk melebarkan sayap perusahaan atau sekedar mencari karyawan pengganti. Bahkan perusahaan pun yang mencari karyawan pengganti tidak akan menceritakan bahwa sebenarnya perusahaan telah kehilangan tenaga kerja. Alasan mengapa perusahaan kehilangan tenaga kerja pun tidak akan pernah dijabarkan. Atau bahkan perusahaan tidak menelusuri penyebabnya.

Parahnya, saat wawancara kerja, calon karyawan yang notabene butuh pekerjaan meng-iya-kan saja segala syarat yang diajukan perusahaan. Walaupun perusahaan menyadari bahwa hal itu akan menyusahkan karyawan. Pihak perusahaan tidak meyakinkan atau mungkin bahkan tidak menceritakan kepada calon karyawan bahwa sebenarnya hal itulah yang menyebabkan hilangnya beberapa pendekar di perusahaannya.

Tak ada yang sempurna di dunia ini, tapi kejujuran bisa mengantarkan pada kesempurnaan kita sebagai mahluk yang tunduk dan mengakui kekurangan kita dihadapanNYA

Tuesday, December 5, 2006

gaji tinggi bukan segalanya .... ? lantas gimana ?

Sebuah artikel yang menarik ...

~article begin~

Mengapa perputaran karyawan tinggi walaupun remunerasinya di atas rata-rata? Uangkah pemicunya? Atau ada faktor lain yang menentukan kesetiaan mereka? Akhir tahun lalu, Lesmana, seorang teman lama yang ahli dalam pengembangan bisnis telekomunikasi mendapatkan tawaran dari sebuah perusahaan multinasional untuk mengembangkan bisnisnya di Indonesia. Dia tertarik dan memutuskan untuk bergabung. Dia telah banyak mendengar tentang pimpinan perusahaan ini, yang sering diberitakan sebagai pemimpin visionaris dan legendaris.

Gaji Lesmana besar, perlengkapan kantornya mutakhir, teknologinya canggih, kebijakan SDM-nya pro-karyawan, kantornya megah di daerah segitiga emas, bahkan kantinnya menyajikan makanan yang lezat dan murah. Dua kali dia dikirim keluar negeri untuk pelatihan. "Proses pembelajaran saya adalah yang tercepat di sini,"kata Lesmana. "Sungguh menakjubkan bekerja dengan dukungan teknologi mutakhir seperti di perusahaan ini".

Siapa nyana dua minggu lalu, belum genap tujuh bulan bekerja di perusahaan itu, dia mengundurkan diri. Lesmana belum mendapatkan tawaran pekerjaan lain, tapi dia tidak sanggup lagi bertahan di sana. Belakangan, sejumlah karyawan di divisi yang sama dengannya ikut resigned. Direktur utama perusahaan itu pun merasa tertekan karena perputaran (turnover) karyawan sangat tinggi. Cemas memikirkan biaya yang sudah dikeluarkan perusahaan untuk alokasi dana pelatihan karyawan. Ia juga bingung lantaran tidak tahu apa gerangan yang terjadi. Mengapa karyawan yang bertalenta bagus ini mengundurkan diri, padahal gajinya sudah cukup tinggi? Lesmana resigned karena beberapa alasan. Alasan ini juga yang menyebabkan sebagian besar karyawan lain yang bertalenta tinggi akhirnya mengundurkan diri.

Beberapa survey membuktikan bahwa jika anda kehilangan karyawan berbakat, periksalah atasan langsung mereka. Si atasan adalah alasan utama karyawan tetap bekerja dan berkembang dalam suatu perusahaan. Namun dia jugalah yang menjadi alasan utama mengapa para karyawan berhenti dari pekerjaannya, membawa pergi pengetahuan, pengalaman dan klien mereka. Bahkan tidak jarang selanjutnya secara terang-terangan berkompetisi dengan perusahaan bekas tempatnya bekerja. "Karyawan meninggalkan manajernya bukan perusahaannya," kata para ahli SDM.

Begitu banyak uang yang telah dikeluarkan untuk tetap mempertahankan karyawan berbakat, baik dengan memberikan gaji lebih tinggi, bonus ekstra maupun pelatihan mahal. Namun pada akhirnya, perputaran karyawan kebanyakan disebabkan oleh manajer/pimpinannya, bukan oleh hal lain. Jika anda mengalami masalah turnover , maka pertama-tama periksalah kembali para manajer anda. Apakah mereka biang keladi yang membuat para karyawan tidak betah?

Pada tahap tertentu, karyawan tidak lagi melihat jumlah uang yang ia dapatkan, tapi lebih kepada bagaimana mereka diperlakukan dan seberapa besar perusahaan menghargai mereka.. Kedua hal ini umumnya tergantung dari sikap para pimpinan terhadap mereka. Dan sejauh ini, bekerja dengan atasan yang buruk sering dialami oleh para karyawan yang bekerja dengan baik. Survey majalah Fortune beberapa tahun lalu mengungkapkan bahwa 75% karyawan menderita karena berada di bawah atasan yang menyebalkan. Dari seluruh penyebab stress ditempat kerja, seorang atasan yang jahat mungkin adalah hal yang terburuk, yang secara langsung akan mempengaruhi kinerja dan mental para karyawan.

Simak saja kisah yang dikutip langsung dari "medan perang" ini. Mulya seorang insinyur, masih bergidik saat membayangkan hari-hari dimana ia dimaki-maki bos di depan staf lainnya. Atasannya itu sering menghina dengan kata-kata yang kasar. Waktu menghadapi hal menakutkan itu, Mulya praktis tak punya nyali untuk menjawab. Ia kembali ke rumah dengan perasaan tidak keruan dan mulai menjadi kasar seperti sang atasan. Bedanya kekesalan ini dilampiaskan ke istri dan anak-anaknya, kadang juga ke anjing peliharaannya. Lambat laun, bukan pekerjaan Mulya saja yang kacau balau, pernikahan dan keluarganya pun hancur berantakan.

Nasib Agus juga setali tiga uang. Menceritakan "penyiksaan" yang dilakukan oleh bosnya gara-gara ada perbedaan pendapat yang tidak terlalu penting antara keduanya. Atasan Agus benar-benar menunjukkan rasa tidak suka terhadapnya. Ia tidak lagi diikut-sertakan dalam pengambilan keputusan. "Bahkan dia tidak lagi memberikan saya dokumen maupun pekerjaan baru," keluh Agus. "Sangat memalukan duduk di depan meja kosong tanpa tahu apapun dan tidak seorangpun yang membantu saya". Lantaran tidak tahan lagi, lalu Agus mengundurkan diri.

Para ahli SDM mengatakan, dari segala bentuk kekerasan, tindakan awalnya, si karyawan mungkin tidak langsung mengundurkan diri, akan tetapi pikiran itu sudah tertanam. Jika kejadian terulang lagi, pikiran tersebut akan semakin kuat. Dan akhirnya, pada kejadian yang ketiga, karyawan itu akan mulai mencari pekerjaan lain. Ketika seseorang tidak bisa membalas kemarahannya, ia akan melakukan pembalasan "pasif". Biasanya dengan cara memperlambat pekerjaan, berleha-leha, hanya melakukan pekerjaan yang disuruh atau menyembunyikan informasi penting. "Jika anda bekerja untuk orang yang menyebalkan, pada dasarnya anda ingin orang itu mendapat kesulitan. Jiwa dan pikiran kita tidak menyatu lagi dengan pekerjaan kita," papar Agus.

Para manajer bisa menekan bawahan melalui beragam cara. Misalnya dengan mengontrol bawahan secara berlebihan, curiga, menekan, terlalu kritis, bawel dan sebagainya. Namun para atasan tersebut tidak sadar bahwa karyawan bukan merupakan aset tetap, mereka adalah manusia bebas. Jika ini terus berlanjut, maka seorang karyawan akan mengundurkan diri, walau tampaknya cuma karena masalah sepele saja.

Bukan pukulan ke-100 yang menjatuhkan seseorang, tapi 99 pukulan yang diterima sebelumnya. Memang benar, karyawan meninggalkan pekerjaannya karena bermacam alasan untuk kesempatan yang lebih baik atau kondisi yang tidak memungkinkan lagi. Namun banyak yang semestinya tetap tinggal jika tidak ada satu orang (seperti atasan Lesmana) yang terus-menerus mengatakan, "Kamu tidak penting, saya bisa dapat lusinan orang yang lebih baik dari kamu!".
Kendati tersedia segudang pekerjaan lain (terlebih dalam keadaan pengangguran tinggi sekarang ini), bayangkanlah sesaat, berapa biaya atas hilangnya seorang karyawan yang bertalenta tinggi.. Ada biaya yang harus dibayar untuk mencari pengganti, ada biaya pelatihan bagi pengganti karyawan tersebut. Belum lagi akibat yang ditimbulkan karena tidak ada orang yang mampu melakukan pekerjaan itu saat calon pengganti sedang dicari, kehilangan klien dan kontak yang dibawa pergi karyawan yang hengkang, penurunan moral karyawan lainnya, hilangnya rahasia penjualan dari karyawan tersebut yang seharusnya diinformasikan ke karyawan lainnya, dan yang terutama turunnya reputasi perusahaan.

Lagi pula, setiap karyawan yang pergi, bagaimanapun juga akan menjadi "duta" untuk mewartakan hal yang baik maupun yang buruk dari perusahaan itu.

Kita semua tahu suatu perusahaan telekomunikasi besar yang orang-orang ingin sekali bergabung, atau suatu bank yang hanya sedikit orang ingin menjadi bagiannya. Mantan karyawan kedua perusahaan ini telah keluar untuk menceritakan kisah pekerjaannya. "Setiap perusahaan yang berusaha memenangkan persaingan harus memikirkan cara untuk mengikat jiwa setiap karyawannya," kata Jack Welch mantan orang nomor satu di General Electric. Umumnya nilai suatu perusahaan terletak "diantara telinga" para karyawannya. Karyawan juga manusia, punya mata, punya hati...

JUNIUS LEE,CEO & Managing Consultant
JCI Kimberley Executive Search International
(Recruitment Consultants
)

~ end of article ~

Topik ini sengaja aku angkat setelah aku menemukan sesuatu yang aneh disana dan disini. Banyak karyawannya yang resign dengan alasan mencari yang lebih baik. Sudah banyak cerita yang aku dengar tentang beberapa karyawan yang resign. Bahkan, bulan ini yang baru berjalan 5 hari sudah ada 2 karyawan yang resign. Entah berapa karyawan lagi yang akan menyusul. Begitu banyak calon resigner yang menanti saat-saat eksekusi itu tiba. Entah apa yang salah dengan perusahaan ini, dan entah apa yang menarik disini sehingga mereka masih menunggu waktu yang tepat untuk eksekusi.

Kalau perusahaan selalu menuntut loyalitas dari karyawannya, maka begitu pula karyawan pun juga menuntut loyalitas dan kesetiaan dari perusahaan. Semua harus timbal balik, gak bisa berjalan satu arah atau akan ada pihak yang dirugikan atau bahkan semua pihak akan merugi. Perusahaan kehilangan karyawan dan mencari lagi yang baru dengan dana yang tidak sedikit, dan karyawan harus makan ati yang berujung pada mencari pekerjaan baru dan harus memulai karir dari awal lagi.

Namun tidak bisa dipungkiri bahwa terkadang karyawan terlalu banyak maunya dan menuntut ini dan itu. Mungkin jika ada dan tertulis dalam kontrak kerja mungkin hal tersebut wajar, namun bagaimana jika yang dituntut adalah hal di luar kontrak kerja ? Maka seyogyanya karyawan juga tahu diri bahwa kontrak kerja adalah harga mati, jangan meminta hal diluar kontrak yang telah disepakati dan tanda tangani. Sebaliknya perusahaan juga jujur dan konsekwen dengan segala komitmen dan janji yang diobral saat wawancara kerja. Jangan mengiming-imingi calon karyawan dengan hal-hal manis, suasana kerja yang menyenangkan, gaji tinggi, tunjangan ini itu, tapi sebaiknya utarakan secara jujur bagaimana kondisi perusahaan, alasan mencari SDM baru apakah untuk memang butuh tenaga baru atau sedang mencari pengganti karyawan yang resign ? sebuah perusahaan yang jujur dan apa adanya akan jauh lebih dihargai karyawannya daripada perusahaan yang terlalu mengobral janji demi menarik minat calon karyawan, yang endingnya hanya janji kosong.

Saat ada kekecewaan dari salah satu karyawannya, maka legitimasi perusahaan telah hancur dimata karyawan tersebut dan tidak mustahil akan menular pada yang lainnya. Jika dimata karyawan legitimati perusahaan dipertanyakan, lantas bagaimanakah kinerja perusahaan tanpa legitimasi dari karyawannya ? dan Hanya waktu yang bisa menjawab

Monday, December 4, 2006

try to writing in english


Firstly, I would like to appologize if I made an error grammar and wrong structure in this title and this article above. Because this is the first time I write in English ang publish in the global net.

Why now I really want to write in English ? a simple answer for a simple question. Yeah ... I am a technical support at Internet Service Provider which have some foreign customer. Our company's coverage area is only Indonesia, but some foreingn company which have regional office in Indonesia use our service and some of their network administrator speak in english only. So, like or dislike I must handling their problem and get more information automaticaly in English. Because nobody can speak in Bahasa Indonesia. SO ... I speak with someone with english native. Oh My God ... it's the big problem.

It's not the first time I must speaking in English with my customer, this is the second time. The first time, I spoke with Korean and he spoke in English with korean dialegue. Not too difficult because his English it's not clear, same with me. :) In that time I can handling his problem, because the problem clasification is not a big problem and the information from customer for troubleshoot is not too much. So I just need a little conversation. But in the second time, I must spoke with someone who speak in english and use english as his native language. Oh my God ... it's really english conversation. I must colect more information because he is a V-Sat customer, so, many parameters that must collect for our troubleshoot. So ... it's long conversation. But from this situation I can improve our English skills ;)

And I also so amazing with my schoolmate his name is Mr. Noka Fahimi. He is the first generation from my school and I come from twelveth generation. He is good figure for me now. He is 29 years old but have a lot experience live in foreign country as an technission and it's not a simple job. Automaticaly he can speak English well. One question in my mind, may I can be like him ? Sure Of Course ... Amin ...

I'am not to disappointed I can get more information from customer who speake in English because at the first time I join with this company, I never have an English course. But my English is not too bad ... ;)) I can speak english in a little conversation. And I promise to improve my English.

Sorry for a bad grammar, for a wrong word, for a bad stucture, etc

* Sudahlah hentikan, lelah aku harus nulis beginian, tapi aku tak akan pernah letih untuk selalu berusaha belajar, belajar, dan belajar ---> pesen bu punk saat amanat pembina upacara II di moklet tercinta ... ;))

i hate monday or everyday ?

Matahari kembali bersinar, kali ini mendung dah tidak tampak di langit cikarang, langit terlihat biru muda dengan dihiasi oleh asap pabrik yang berjubel di 'kota' ini. Cepe de ... langit kok gak ada bening-bening nya ? tiap hari yang ada asap yang mengganggu, bahkan kalo malem pun mau lihat bintang aja susahnya minta ampun ....

Rutinitas yang dirutinkan dan dipaksakan jadi kebiasaan berjalan sesuai dengan rencana, setelah menikmati hari minggu di kantor setengah hari lebih sedikit * jangan sekali-kali beranggapan bahwa setengah hari yang saya maksud adalah jam 8 pagi sampe jam 2 siang lho ... ini hitungannya murni 12 jam, maklum lah ... maksud hati mengejar akhirat, apa daya dipaksa mengejar dunia di sini... Maka pekan kemarin ditutup dengan istirahat malam yang cukup nyenyak karena terlalu letih jiwa raga ini.

Pagi yang dah muncul tepat pada waktunya membuat hari terasa begitu melelahkan, padahal baru mulai, tapi rasanya ... hiks ... hiks... hiks ... dan si pemalas ini kembali terserang penyakit kambuhan yang kambuh tiada henti alias penyakit yang dah mendarah daging dan sulit disembuhkan. *awas hati-hati jangan mendekat atau anda akan tertular penyakit yang berbahaya dan mematikan ini.

Seperti biasanya, ke kantor dengan langkah pasti walau agak tertahan gara-gara HP ketinggalan dan terpaksa balik lagi ke kontrakan. Dan akhirnya meluncur ke tempat kerja. Males banget hari ini ... tapi kok males terus ya tiap hari ? dibilang gak ada variasi, lha aku kerja shift yang tidak mengenal hari kerja atau weekend, berarti kan dah penuh variasi kan ? hari senin minggu ini masuk pagi, maka senin dua minggu yang akan datang aku masuk malem. Penuh warna kan hidupku sekarang ? * sebenarnya seeh gak teratur gak karuan, tapi aku ganti kata-katanya dengan penuh variasi biar gak langsung menohok gitu ... tapi pada dasarnya sama-sama tidak menyenangkannya.

Senin sibuk berat, Selasa gak semangat, Rabu masuk malem, Kamis banyak CPR, Jum'at ada Maintenance, Sabtu iri sama temen-temen yang kerja normal, Minggu cape de .... * terus kerjanya kapan ?

he he he he ....

Sunday, December 3, 2006

surat buat Aa'

Mendengar kabar bahwa Aa' Gym menikah lagi, langsung aku mengambil keputusan bahwa ini hanya gosip murahan yang biasa dihembuskan orang-orang yang kurang senang dengan beliau. Tetapi setelah beberapa hari ini aku punya rutinitas mendengarkan MQ FM dari Pro 2 FM, dan setelah berita itu mendapat tanggapan dan korfirmasi dari Aa' bahwa berita itu bukan isapan jempol saja malah dah isapan badan maka rasanya dunia kiamat ! *aslinya seeh gak banget tapi kagetnya juga minta ampun :D

Maka akan kulayangkan surat ini kepada beliau agar beliau meninjau kembali kebijakannya setelah melalui proses naik banding berkali kali.

Buat Aa', Aa kemarin mengambil landasan bahwa poligami adalah hal yang dibolehkan walaupun bukan hal yang dianjurkan. Begitulah Al Qur'an mengatur hukum poligami. Bahkan Nabi Muhammad sendiri melakukan poligami namun dengan dasar dan alasan yang cukup kuat untuk itu.

Muncul satu pertanyaan dalam benak saya saat Aa' ingin membuktikan bahwa tiada yang salah dengan hukum Allah tentang poligami, tidak selayaknya kita menghina hukum yang telah Allah tetapkan. Saya tidak keberatan dengan pernyataan tersebut. Tapi kenapa Aa' ingin membuktikan hal yang sudah jelas-jelas dijamin kebenarannya ? tersirat dalam benak saya bahwa Aa' ingin membuktikan bahwa poligami bukan suatu kesalahan dan dengan poligami juga akan tercipta keluarga yang sakinah. Saya juga sangat sependapat dengan pendapat Aa' ini. Tapi mengapa Aa' sendiri yang harus melakukan poligami ? * saya bukan hendak merekomendasikan Aa' untuk menyuruh orang lain berpoligami dan menjadikan dia objek percobaan lho ...

Ada satu hal yang menggelitik pikiran saya, apakah Aa telah mempertimbangkan ini baik-baik ? saya percaya Aa telah memikirkan masalah ini lebih dari lima tahun, tapi adakah alasan lain yang lebih tepat selain membuktikan bahwa tiada yang salah dengan ketetapan Allah dalam Al Qur'an ? Sepengetahuan saya, Rasul sendiri tidak pernah menggunakan alasan ini untuk berpoligami. Rasul poligami untuk melindungi kaum wanita. Apakah Aa' juga menggunakan alasan ini ? kalau jawabannya
"ya" apakah tidak ada cara lain untuk melindungi wanita ? dengan menjamin kebutuhan ekonomi dengan memberi pekerjaan dan menyantuni anak-anaknya atau dengan mencarikan suami yang cocok buat mereka misalnya.

Apakah Aa' sudah tidak bisa istiqomah lagi dan merasa sudah mampu untuk berbuat adil ?
* jangan sampai Aa' riya' dan takabur yach ... bukannya setan selalu mencari celah untuk menggelincirkan ummat manusia ... apakah Aa tidak memikirkan perasaan wanita yang telah setia mendampingi Aa selama belasan tahun terakhir ? Teh Ninih, mungkin tetap akan tersenyum walaupun sebenarnya dalah hati beliau menangis dan tidak ridho suaminya berbagi kasih. Walau demikian Teh Ninih adalah istri yang amat sholehah yang lebih mementingkan kebahagiaan suaminya walaupun harus menahan perih yang teramat dalam.

Aa' pernah mengatakan bahwa negeri ini tengah krisis keteladanan, jika banyak orang kini tidak meneladani Aa' karena Aa' berpoligami, lalu hilangkah lagi sosok teladan di negeri dimana mencari teladan adalah hal yang sangat langka.

Buat istri kedua Aa', mengapa engkau tega mengiris hati sesama kaummu ? buat Teh Ninih, selamat mendapatkan ladang amal baru, Buat Aa' selamat menciptakan ladang amal baru buat Teh Ninih, semoga Aa' bisa selalu istiqomah untuk tidak riya' dan takabur.

Emang aku siapa yach ... kok nulis macem2 gini ? aku adalah seseorang yang keberatan dengan tindakan poligami yang Aa' Gym lakukan mengingat Aa' adalah panutan dan teladan bagi sebagian orang di negeri yang sedang krisis keteladanan.

Wallahualam bishowab

Friday, December 1, 2006

dunia memang penuh masalah

Judul boleh dunia penuh masalah, tapi bukan berarti ini isinya masalah lagi, masalah lagi, masalah yang tiada habisnya. Kali ini keluar sedikit dari kehidupanku tapi masih gak jauh-jauh amat seeh ...

Kini aku mau menyoroti masalah masalah. Semoga gak ada yang bingung dengan kalimat tersebut. Masalah yang akan saya tampilkan untuk topik hari ini adalah masalah-masalah yang ada di kehidupan ini.

Saking banyaknya masalah yang ada di kehidupan ini, bahkan sampai ada compliant-center. Entah berapa banyak compliant-center (pusat masalah) yang ada di dunia ini. Parahnya, aku sendiri tergabung di dalamnya. Tiada hari tanpa masalah. Tiada hari tanpa persoalan. Yang ada masalah, masalah, dan masalah. Mulai dari kotak-kotak hijau yang menguning lalu memerah dan membunyikan bunyi yang sangat merdu .... sampai bunyi dering telepon yang diikuti ocehan yang membawa calon masalah dan akhirnya lulus diwisuda sebagai sebuah masalah. Cape de ... masalah dan masalah ... :(

Kehidupan adalah permasalahan dan Tuhan telah mempercayakan manusia untuk menyelesaikannya. Begitulah ungkapan salah satu temanku. Lucu juga, ternyata dibalik bola basket dan keyboard pemrogramannya tersimpan sisi kebijaksanaan yang di luar perkiraan dan tak pernah terbayangkan sebelumnya ... sorry win, bukan maksud hati ingin merendahkan, tapi hanya mengungkap kenyataan, masa gak dianggap serius ....

Kalo ada masalah, berarti ada pemecahannya donk ? tepat ! gak ada masalah tanpa pemecahan. Tapi kok kayaknya aneh juga ya, ternyata sumber permasalahan itu berasal dari masyarakat kecil dan berakhir di karyawan kelas bawah. Sungguh ironis, mengingat karyawan kelas bawah ini penghasilannya juga nggak seberapa. Dan masyarakat bawah juga gak terlalu memiliki andil besar dalam memberikan income pada perusahaan yang menjadi target masalah akan dilemparkan. Contoh gampangnya, saat ada gangguan transmisi *ungkapan yang biasa aku ucapkan kalo lagi gangguan maka yang pertama kali protes tu masyarakat awam yang gak ngerti apa-apa, misalnya pelanggan warnet yang nge-net cuma 1 jam dengan membayar 3500 rupiah, si pelanggan warnet sebagai produsen masalah, mendistribusaikan masalahnya ke pemilik warnet, pemilik warnet membagi masalah yang dia dapat ke ISP pengelola jasa layanan internetnya, dan complaint senter ISP meneruskan masalahnya ke teknisi sebagai end user dari masalah tersebut. Dan akhirnya masalah selesai ditangan beliau. Tapi yang aneh kok gaji teknisi gak seberapa yach ? *maaf kalo salah sangka, tapi kalo dibanding dengan gaji manager gaji teknisi masih dibawahnya kan .... ? Padahal siklus masalah berakhir di tangan teknisi kan ? bukan di tangan manager ... *buat pak manager, maaf ya Pak, bukan bermaksud merendahkan tanggung jawab besar yang ada di pundak bapak, piss pak ... :)

Tapi emang bener kok, teknisi seharusnya gajinya paling gede, soalnya berbagai masalah selesai ditangan beliau, manager bahkan gak pernah menyentuh terlibat dalam siklus permasalahan yang saya maksud di atas. Kalau gak ada teknisi masalah kan gak bakalan selesai, bisa bangkrut tu perusahaan, tapi kalo gak ada manager, kayaknya gak akan berpengaruh besar seeh ... ah tapi nggak juga, gak ada manager juga susah, siapa yang bisa mengkoordinasikan orang sebegitu banyak kalo gak ada manager, bisa bubar perusahaan kalo gak ada yang ngatur personil-personilnya. Lha wong ngatur orang itu sulitnya minta ampun ...

Kalo gitu mana yang seharusnya dapat gaji lebih tinggi ? teknisi sebagai malaikat yang melahap habis semua masalah, atau manager yang jadi komandan barisan ? ingin tau jawabannya ? yang seharusnya dapat gaji paling tinggi itu NCS/helpdesk atau apapun namanya yang tugasnya menerima masalah dan meneruskan ke teknisi. Lho kok ? ya alasannya sih simple aja, kalau gak ada NCS siapa yang mau meneruskan masalah yang akhirnya bisa diselesaikan, teknisi gak akan bisa bekerja tanpa ada laporan dari NCS, masa teknisi mau berkeliling mendatangi customer buat tanya ada masalah atau nggak ? Kalo gak ada NCS, gak akan ada siklus masalah. Nggak ada teknisipun NCS bisa menyelesaikan masalah yaitu dengan merekomendasikan customer untuk berhenti berlangganan dan mencari provider lain, dengan begitu masalah selesai .... *walaupun akan menciptakan masalah baru yang leih parah .... Begitu pula manager, sebaik apapun management yang diterapkan, kalo gak ada NCS, siapa yang mau duduk dan tetap tersenyum sambil mendengarkan ocehan dan amarah yang meluap-luap dari customer yang membawa masalah ? bagaimanapun NCS yang harus dapat gaji lebih tinggi ! HIDUP NCS ! tanpamu tak akan berjalan roda perusahaan yang bergelut dengan masalah ini ;)

NB : Tulisan ini adalah fiktif belaka, jika ada kesamaan nama, tokoh , dan peristiwa merupakan hal yang tidak disengaja dan hanya merupakan rekayasa. Penulis tidak bertanggung jawab atas isi dan akibat yang ditimbulkan seperti sakit perut ataupun dada sesak dan sakit hati akibat membaca tulisan ini. Jika sakit berlanjut hubungi dokter agar sindrom percaya dengan tulisan sampah diatas bisa teratasi dengan baik.