Sunday, December 3, 2006

surat buat Aa'

Mendengar kabar bahwa Aa' Gym menikah lagi, langsung aku mengambil keputusan bahwa ini hanya gosip murahan yang biasa dihembuskan orang-orang yang kurang senang dengan beliau. Tetapi setelah beberapa hari ini aku punya rutinitas mendengarkan MQ FM dari Pro 2 FM, dan setelah berita itu mendapat tanggapan dan korfirmasi dari Aa' bahwa berita itu bukan isapan jempol saja malah dah isapan badan maka rasanya dunia kiamat ! *aslinya seeh gak banget tapi kagetnya juga minta ampun :D

Maka akan kulayangkan surat ini kepada beliau agar beliau meninjau kembali kebijakannya setelah melalui proses naik banding berkali kali.

Buat Aa', Aa kemarin mengambil landasan bahwa poligami adalah hal yang dibolehkan walaupun bukan hal yang dianjurkan. Begitulah Al Qur'an mengatur hukum poligami. Bahkan Nabi Muhammad sendiri melakukan poligami namun dengan dasar dan alasan yang cukup kuat untuk itu.

Muncul satu pertanyaan dalam benak saya saat Aa' ingin membuktikan bahwa tiada yang salah dengan hukum Allah tentang poligami, tidak selayaknya kita menghina hukum yang telah Allah tetapkan. Saya tidak keberatan dengan pernyataan tersebut. Tapi kenapa Aa' ingin membuktikan hal yang sudah jelas-jelas dijamin kebenarannya ? tersirat dalam benak saya bahwa Aa' ingin membuktikan bahwa poligami bukan suatu kesalahan dan dengan poligami juga akan tercipta keluarga yang sakinah. Saya juga sangat sependapat dengan pendapat Aa' ini. Tapi mengapa Aa' sendiri yang harus melakukan poligami ? * saya bukan hendak merekomendasikan Aa' untuk menyuruh orang lain berpoligami dan menjadikan dia objek percobaan lho ...

Ada satu hal yang menggelitik pikiran saya, apakah Aa telah mempertimbangkan ini baik-baik ? saya percaya Aa telah memikirkan masalah ini lebih dari lima tahun, tapi adakah alasan lain yang lebih tepat selain membuktikan bahwa tiada yang salah dengan ketetapan Allah dalam Al Qur'an ? Sepengetahuan saya, Rasul sendiri tidak pernah menggunakan alasan ini untuk berpoligami. Rasul poligami untuk melindungi kaum wanita. Apakah Aa' juga menggunakan alasan ini ? kalau jawabannya
"ya" apakah tidak ada cara lain untuk melindungi wanita ? dengan menjamin kebutuhan ekonomi dengan memberi pekerjaan dan menyantuni anak-anaknya atau dengan mencarikan suami yang cocok buat mereka misalnya.

Apakah Aa' sudah tidak bisa istiqomah lagi dan merasa sudah mampu untuk berbuat adil ?
* jangan sampai Aa' riya' dan takabur yach ... bukannya setan selalu mencari celah untuk menggelincirkan ummat manusia ... apakah Aa tidak memikirkan perasaan wanita yang telah setia mendampingi Aa selama belasan tahun terakhir ? Teh Ninih, mungkin tetap akan tersenyum walaupun sebenarnya dalah hati beliau menangis dan tidak ridho suaminya berbagi kasih. Walau demikian Teh Ninih adalah istri yang amat sholehah yang lebih mementingkan kebahagiaan suaminya walaupun harus menahan perih yang teramat dalam.

Aa' pernah mengatakan bahwa negeri ini tengah krisis keteladanan, jika banyak orang kini tidak meneladani Aa' karena Aa' berpoligami, lalu hilangkah lagi sosok teladan di negeri dimana mencari teladan adalah hal yang sangat langka.

Buat istri kedua Aa', mengapa engkau tega mengiris hati sesama kaummu ? buat Teh Ninih, selamat mendapatkan ladang amal baru, Buat Aa' selamat menciptakan ladang amal baru buat Teh Ninih, semoga Aa' bisa selalu istiqomah untuk tidak riya' dan takabur.

Emang aku siapa yach ... kok nulis macem2 gini ? aku adalah seseorang yang keberatan dengan tindakan poligami yang Aa' Gym lakukan mengingat Aa' adalah panutan dan teladan bagi sebagian orang di negeri yang sedang krisis keteladanan.

Wallahualam bishowab